Showing posts with label Cerita Misteri. Show all posts
Showing posts with label Cerita Misteri. Show all posts

Saturday, October 20, 2012

Setan Yang Menyerupai Mama Gw


Hai, gw Riko. Gw baru pertama kali ngeshare disini. Oke langsung aja kita ke cerita...

Pada saat gw masih berumur 9 tahun atau kelas 4 SD, gw, mama dan papa gw pergi ke tempat saudara gw di Bandar Lampung (rumah gw di Lampung Selatan cuy/Natar). Pada saat itu yang ada di rumah cuman uni Eka (mba gw) sama tante gw. Mereka berdua emang bisa merasakan atau kadang bisa melihat makhluk yang tidak bisa kita lihat.

Pada malam itu rumah gw mati lampu dan tante gw pun menyuruh mama gw biar cepet pulang (karena udah malam sih, jam 10 maleman). Saat itu uni gw ini minta tante gw anterin ke dapur untuk ngambil minum (maklum uni gw rada penakut waktu itu). Pas uni sama tante gw mau pergi ke dapur, tiba-tiba di jalan untuk ke dapur itu/di tangga ada makhluk yang mirip mama gw tapi yang ini pucat muka nya, jadi mereka kaget dan berpikir itu setan (emang bener sih sebenernya).

Akhirnya kaburlah mereka ke ruang tengah. Tapi uni gw tuh kehausan, jadi mereka nekat lah ke dapur, tapi tiba-tiba setan itu dateng lagi. Akhirnya mereka pun gak berani lagi mau ke dapur sampe lampu nya idup. Lalu pagi harinya mereka menceritakan kepada gw, mama, dan papa. Tapi papa gw mah bilang gini "Itu hanya halusinasi aja, makanya jangan takut dengan begituan".

Sekian cerita dari gw, kalau ada kesalahan kata mohon maklum, karena setiap manusia mempunyai kesalahan pasti nya. Mohon dikoment ya :)

Wednesday, October 17, 2012

Perang Gaib

Hi, saya Hafiz. Cerita ini sebenarnya cerita dari mama saya. Ok, to the point..

Sudah hampir setahun mamaku tinggal di Ambon, di rumah nenek sekitar bulan April 2011. Mamaku tinggal agak lama disana karena omku yang katanya terkena guna-guna. Omku itu jatuh cinta kepada seorang wanita dari Irian, dan selama mereka pacaran, hal-hal aneh sering terjadi di rumah tersebut:

1. Suara kucing yang tak berwujud sering terdengar di dalam kamar omku itu.
2. Pernah mama dan nenekku mendengar omku mengigau memanggil nama gadis itu.
3. Mamaku pernah mendengar panggilan gaib yang melarangnya ikut campur.

Karena tidak tahan, mamaku menelpon guru ngajiku yang tinggal bersamaku di Sulsel. Guruku pun langsung menghubungi dukun yang juga merupakan gurunya.

(g:guruku, d:dukun)
d: "Halo".
g: "Maaf mengganggu. Tadi iparku telpon, minta bantuan untuk melenyapkan ilmu guna-guna pada adiknya.
d: "Baik, akan saya usahakan".

Walaupun dukun itu tau bahwa ilmu yang menyebrangi pulau sangatlah mustahil, tapi dengan bantuan beberapa rekannya yang juga sakti2, ilmu tersebut menjadi sangat kuat. Malam terus larut, mamaku belum juga tidur. Tiba-tiba terdengar ledakan yang dahsyat, rumah bergetar hebat. Tapi anehnya, tetangga tidak ada yang mendengar.

Bunyi ledakan itu seperti meriam yang ditembakkan sahut menyahut. Peperangan gaib itu terjadi selama 3 hari, 3 hari pula rumah nenekku berguncang. Setelah itu, suara tersebut tidak terdengar lagi, sampai hari keempat. Puncak dari perang itu adalah ledakan yang maha dahsyat. Rumah seakan diputar-balikkan saking hebatnya ledakan itu. Tiba-tiba terdengar jeritan yang sangat mengerikan dari luar rumah. Jeritan itu menyerupai lolongan serigala tapi sedikit mirip teriakan manusia.

Beberapa hari kemudian setelah puncak peperangan tersebut, datang kabar bahwa gadis itu meninggal dengan bekas cekikan di leher.

Sekarang, di bulan April ini, omku itu telah menikah dengan seorang gadis pilihan hatinya. Sekian dari saya. Kalau tulisannya kurang bagus, mohon dimaklumi karena saya juga baru pertama share disini (komennya yang mengkritik tidak apa, tapi yang ngawur jangan, ok...)

Tuesday, October 16, 2012

Malam Yang Sangat Mencekam

Halo, Saya Rave, saya baru disini. Langsung ke cerita ya..

Saya masih ingat jelas apa yang terjadi hari itu. Kamis malam, 12 April 2012, saya dan teman-teman seperti biasa nongkrong di teras depan rumah teman saya, sebut saja si Rifki. Saat itu kita bercerita tentang horor (maklum malam Jum`at). Seperti biasa, saya membacakan cerita yang saya ambil dari internet dan menemukan blog ini dan mulai membacakan cerita.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 21.47 (menurut jam yang tertera di HP saya) dan saya sedang asiknya membacakan cerita, ketika terdengar suara pukulan pintu kamar mandi yang terbuat dari seng di sebelah rumah. Sontak kami merapat dan diam menunggu apa yang terjadi...

Temanku Andi dan Falen yang memiliki six sense melirik ke asal suara dan si Andi mengatakan itu adalah orang. Saya langsung mengelak dan mengatakan bahwa satu-satunya jalan menuju kamar mandi tersebut ada di depan saya dan saya tidak melihat seorangpun melewati jalan tersebut. Lalu si Falen berkata bahwa itu tikus dan saya pun berfikir, tikus tidak mungkin menimbulkan suara pukulan sekeras itu. Saya ingin mengutarakan hal itu tetapi di lain sisi, saya tidak ingin menambah suasana mencekam di sekitar saya.

Sebelum memulai bercerita lagi, saya bertanya kepada Andi apakah boleh saya melanjutkan bercerita tentang horor disini. Andi memperbolehkan dan menjamin tidak akan terjadi apa-apa.

Saya kembali bercerita dengan nada datar untuk menutupi ketakutan yang hampir menguasai saya. Beberapa menit kemudian, terdengar pukulan yang lebih keras berasal dari kamar mandi. Sontak kami semua (kecuali Andi dan Falen) terlonjak dan langsung berlari ke luar rumah. Di jalanan kampung, kami berhimpitan satu sama lain dan menunggu hal-hal yang mungkin terjadi selanjutnya.

Selang beberapa menit, Falen keluar dan mengajak kami masuk kembali ke teras rumah. Saya yang merasa bahwa semua ini adalah ulah saya (membaca cerita tentang kaum "mereka") masuk terlebih dahulu mengikuti Falen yang langsung disusul oleh teman-teman. Saat kami ingin duduk kembali, Andi berdiri dan mengatakan bahwa sebaiknya kami pindah ke tempat lain.

Sebelum berbalik, entah apa yang membuatku menoleh ke arah kamar mandi sebelah rumah, saya melihat seseorang tanpa kaki(melayang) memakai baju putih lusuh kekuningan dengan muka yang hancur dan mata putih yang seakan-akan melotot kepada saya. Saya berjengit dan langsung menatap Andi yang di sambut anggukan oleh Andi seakan-akan dia berbicara "Ya, itulah yang mengganggu kita". Setelah itu, saya pamit pulang lebih awal kepada teman-teman dan meminta Andi untuk mengantarkan saya pulang (penakut banget kan? -_-)

Itulah sepenggal pengalaman yang saya alami sendiri. Mohon maaf tentang penulisannya yang acak-acakan dan saya sangat menghargai kritik dan komentar yang membangun atas cerita ini. Terima Kasih

Rave Wilde -

Tepat 1 Tahun

Hey, Zaky lagi disini, aku ingin posting cerita lagi yang dialami oleh tanteku sebut saja tante Nia. Langsung saja ke cerita ...

Saat itu menurut penuturan tante Nia, tante Nia ini baru pulang kerja tepatnya jam 10 malam. Setelah memberhentikan mobilnya di depan rumah, tanteku ini agak cape dan malas untuk membuka pagar rumah, akhirnya tanteku memutuskan untuk istirahat sejenak di mobil.

Baru sekitar 5 menit, tanteku mendengar suara langkah kaki dari luar mobilnya. Tanteku mulai ketakutan dan akhirnya memutuskan untuk cepat keluar dari mobil untuk membuka pagar. Setelah dibuka dan tante Nia kembali ke dalam mobil untuk memasukan mobilnya, tiba tiba mobil tante Nia bergetar hebat, seketika itu tante Nia panik dan menganggap bahwa ada gempa.

Tetapi tante Nia tersadar kalau getaran itu bukan gempa, karena pada saat itu juga tante Nia melihat hiasan di pintu rumahnya tampak tidak bergerak. Tante Nia langsung kaget dan keluar dari mobilnya. Betapa terkejutnya tante Nia, karena dia melihat seorang anak kecil botak dan hitam sedang menggoyangkan mobilnya. Dengan spontan tante Nia berlari ke rumahnya, tetapi kunci rumahnya tertinggal di dalam tas yang berada di mobil.

Setelah memastikan anak kecil itu telah tiada, tante Niapun kembali mendekati mobilnya. Setelah mengambil kunci dan hendak berlari ke dalam rumah, tiba tiba tante Nia tidak bisa bergerak dan suasanapun berubah menjadi mencekam. Lewat ekor matanya, tante Nia melihat ada sesosok perempuan dengan rambut panjang terurai, berada tepat di sebelahnya.

Spontan tante Nia memejamkan mata sambil berdoa sebisanya. Do`apun diijabah dan semua anggota tubuh tante Niapun mulai dapat digerakan, dengan cepat tante Nia berlari tak tentu arah. Sampai saat lelah pun tiba, tante Nia duduk di pinggir jalan kompleks rumahnya. Tante Nia menangis lirih memikirkan kenapa bisa dia didatangi oleh makhluk seperti itu.

Belum lama tante Nia duduk, tiba tiba terdengar suara tangis wanita. Tante Niapun menoleh ke depan dan ternyata di depannya terbaring seorang wanita dengan muka yang hancur berlumuran darah dan rambut yang acak acakan sedang menangis merintih. Seketika itu juga tiba tiba muncul sesosok anak kecil hitam itu lagi. Tanpa mengetahui kejadian selanjutnya, tante Niapun pingsan.

Keesokan harinya satpam kompleks yang berada di sebelah tanteku dan beberapa warga memberitahukan kalau tadi malam tante Nia berteriak teriak di pinggir jalan, dan kemudian pingsan.

Setelah satpam dan warga sudah bubar, tante Nia berfikir kenapa bisa dia diteror oleh sebangsa makhluk halus, dan tante Niapun tersadar kalau tadi malam adalah malam tepat 1 tahun kejadian kecelakaan. Yah tanteku menabrak seorang ibu muda dan anaknya hingga tewas, tepat beberapa rumah sebelum rumah tanteku.

Sekian dari ceritaku, maaf kalau ceritanya tidak seram.


Zaky Screamo -


Silahkan kirim "Cerita Misteri" kamu ke alamat email ini :kemention@gmail.com

Monday, October 15, 2012

Kejawen

Ini adalah kali pertama aku menulis cerita tentang mistis (anak baru di sini) so... minta maap adja ya kalau agak kacau, but ini pengalaman ku yang nyata. Perkenalkan namaku Lucky, aku orang Jawa asli, aku menganut aliran Kejawen walau aku punya agama (Katolik). Nah pengalaman ini aku lakukan baru2 ini 14 April 2012. 

Aku dan semua orang di kampungku mengikuti aliran Kejawen (bahkan para ustad and pimpinan agamaku). Kami sering disebut aliran sesat, padahal inti dari aliran Kejawen adalah berkomunikasi dengan alam lain. Dan yang paling penting saling membantu dan meminta restu untuk melakukan sesuatu (misal saat panen kami memberi "sesajen" pada yang "punya" sawah).

Salah satunya yang tidak suka dengan kami adalah seorang pindahan asal Aceh. Dia boleh dibilang taat banget beragama, tapi dia enggak suka sama kami (masyarakat). Pernah waktu itu mbau-rekso (yang punya tempat) desa kami marah karena sudah hampir 3 bulan endak diberi "sesajen" lagi sehingga 3 warga kami hilang. Dan akhirnya kami adakan upacara khusus agar mbau-rekso enggak marah.

Upacaranya sih enggak sesesat yang kalian pikir. Kami meletakkan "sesajen" itu di pohon beringin dekat kuburan karena dipercaya dia tinggal disitu (ditambah dengan beberapa penampakan-nya). Kami juga memohon sama Yang Kuasa untuk membantu melepaskan mereka dari tangan mbau-rekso. Hasilnya, esok-nya mereka ditemukan di bawah pohon itu. Berikutnya kami melakukan upacara seperti biasa agar mbau-rekso enggak marah, dan memohon sama Yang Kuasa agar melindungi kami dari bencana.

"Sesajen" kami letakkan, kebetulan aku dapat tugas jaga ronda juga. Malam jam 01.58 aku melewati tempat itu dan aku terkejut. Untuk pertama kalinya aku lihat sosok mbau-rekso secara langsung. Wujudnya kayak genderuo, tinggi-nya aku taksir hampir 3 meter, tubuh-nya di selimuti sama bulu hitam, wajahnya kayak singa, gigi semua taring dan ada 2 taring di atas yang panjang banget, matanya hitam dan ada titik warna putih di tengah2 nya, kukunya hitam dan panjang banget, punya ekor juga. Dia dikelilingi sama makluk halus lain kayak pocong, kuntilanak dan genderuo. Yang bikin aku kaget adalah ada sundel bolong lagi liatin aku tepat disebelah kiri aku (aku tau dia sundel bolong karena dia langsung menuju ke mbau-rekso pas selesai mengambil "sesajen", belakang-nya bolong, bener kelihatan tulang punggungnya dan organ di dalamnya).

Aku diem adja melihat semua itu. Aku ingat sama kata kakak ku, "Kalau kamu ketemu sama mbau-rekso, lebih baik kamu diem adja jangan pergi karena bisa dianggap lancang sama dia". Setelah dia ambil, dia mendekat ke aku. Jujur aku takut banget. Terus aku bilang "Mbah kulo nyuwon ngapunten yen kulo ganggu panjenengan" (Kek aku minta maaf kalau aku mengganggu kamu). Dia masih deket ke aku dan dia bicara ke aku "Koe ki sopo le" (Kamu itu siapa nak), dengan suara berat dingin, dan bernada datar. "Kulo putro mriki mbah putro ne Jono" (Aku anak sini kek anak-nya Jono (ayah ku)). Setelah berkata itu dia menghilang dan terdengar suara "Aku ngekeki koe sak wisine pangikut`e aku men koe selamet" (Aku akan memberi kamu salah satu pengikutku agar kamu selamat).

Aku diam adja ampek kurasakan rasa panas, aku tau ada yang sedang masuk ke tubuhku karena kalau kita merasa panas berarti kita sedang kemasukan, dan kalau dingin berarti ada yang datang. Aku tak sadarkan diri. Kemudian aku bangun, dan kalian tau apa yang aku lihat pertama kali??? sosok kuntilanak sedang berada di sebelahku. Kelihatan banget dengan jelas malah. Wangi bunga kamboja tersengat dari tubuhnya, yah itu sih aku enggak kaget karena aku pernah liat kuntilanak dari dekat dan emang kembang kamboja jadi ciri khas kalau dia muncul.

So sekarang aku aman2 adja karena setiap ada yang mau jailin aku pasti aku diperingatkan sama dia. Kalau pagi/siang aku denger dia dari dalam tubuhku, kalau malam dia berbicara di sebelahku.

--- maaf kalau enggak serem tapi ini kisah nyataku---
Mohon komentarnya, dan buat yang penasaran sama orang pindahan dari Aceh itu akan ku ceritakan lagi nanti. So thanks.

Sunday, October 14, 2012

Setan di Sumur Sekolah Ku

Hy all.. ketemu lagi bareng Boris, si anak SMPN 1 pkp. Masih ingat kan? kalau gk ingat keterlaluan kalian, masa ama penulis paling muda disini dilupakan? hehehe.. langsung aja deh.

Kejadian nya masih pagi2 banget di sekolah ku. Waktu itu, cuma ada aku, pacar ku (Sri), sama tukang bersih2 sekolah. Aku dan Sri keliling sekolah buat jalan2. Awal nya sih gk ada yang aneh, tapi waktu kami lewat sumur yang ada dibelakang sekolah, aku merasakan ada hawa dingin menusuk. Awal nya sih ku kira cuma aku aja yang ngerasa, cz aku cuma pake jaket tipis.. tapi aku ngeliat Sri kedinginan nya lebih parah dari aku. Jujur aja, jaket nya itu tebel banget lho.

Truss, aku tanya "Ngerasa juga ya?". "Iya nih, kok tiba-tiba dingin banget yah?" jawab nya. Tapi kami belum terlalu memikirkan sampai jauh. Trus, gk tau kenapa si Sri tiba-tiba gemetaran luar biasa banget. Dia lalu mengajak aku buat balik ke gerbang bareng tukang sapu. Tapi aku menolak karena aku masih penasaran dengan hawa dingin itu, yah Sri ngikut aja.

Awal nya pas kami ngelewatin sumur belum ada apa2, tapi tiba-tiba, nama kami berdua dipanggil. Aku noleh kebelakang, gk ada apa2. Truss, aku ngedengar ada orang minta tolong. Ku tanya sama Sri dia ada dengar apa gk, ternyata dia juga dengar. Itu suara setelah kami cari ternyata berasal dari sumur itu, kami pun langsung menuju kesitu, dan kami melihat ada seseorang yang sedang duduk di atas sumur.

Secara gk sengaja, kaki Sri menginjak botol... "treek", dan suara botol itu menyebabkan seseorang tadi langsung menoleh ke arah kami. Awal nya dia hanya menunjukkan wajah nya yang jelek kaya bekas kena tusuk berkali2. Tapi, setelah dia melihat kami terpaku agak lama, dia langsung menunjukkan taringnya.

Awal nya kami mencoba untuk berteriak, tapi suara kami tertahan. Setelah itu dia kembali masuk kedalam sumur, dan baru lah kami dapat berteriak lalu kemudian lari. Si tukang sapu heran melihat kami berlari2 kaya dikejar setan (bukan dikejar sih, tapi ngeliat) langsung nanya "Kok kaya abis dikejar setan gitu?". "Gk pak, bukan dikejar", kata ku. "Lalu?", si tukang sapu pun makin heran. "Abis ngeliat setan pak, di sumur belakang", kata Sri.

Kemudian si tukang sapu pun bercerita kalau di sumur itu ada seorang cewek yang meninggal mengenaskan karena diperkosa orang tak bertanggung jawab. Karena dia terus meronta, dia langsung dilempar ke kawat berduri dan muka nya tersangkut, ia kemudian meninggal. Lalu para orang tadi langsung membuang nya ke sumur tersebut. Mungkin arwah nya penasaran ingin membalas dendam.

Nah, udah dulu ya posting ke 3 ku, cz aku nulis ini dah malem banget. Maaf kalau gk serem.

Friday, October 12, 2012

Udah Males Tau!

Haaaiii!!! Ira di sini... Saya mau cerita tentang rumah saya yang di Depok! Cekidot.

Rumah saya itu letaknya di kec. Cimanggis Depok. Dulu, waktu umur saya masih 5 tahun (Ya... TK lah, itu setiap tengah malam pasti ada suara seperti orang yang menginjak daun2 kering.

Dan juga, di kamar orang tua saya itu ada jendela yang panjang dan remang2 gitu (waktu itu saya masih tidur bersama orang tua), pasti di balik jendela itu ada tuyul memakai topi panjang yang badannya hitam semua mengajak main saya. Karena saya sudah tahu itu hantu, maka saya langsung menarik selimut dan kembali tidur.

Nah, kejadian kedua saat sekarang ini (umur sekarang) saya sedang menuruni tangga dan tiba-tiba saya seperti di slengkat oleh sesuatu sehingga saya jatuh. Karena saya tau kalau di tangga itu ada penunggunya, langsung saya marah "Apaan sih lo! Jangan ganggu deh! Lagi buru2 tau! Kalau udah begini lo mau tanggung jawab ga?!".

Langsung saya turun ke bawah dan bilang sama mama saya "Ma.. Tadi aku di slengkat sama yang di tangga!", ujar saya kesal. "Emang ada.. Om dadan juga pernah bilang `dia` ada di pojokkan tangga" kata mama saya. "Kalo kita bisa liat udah aku jewer setannya! Ganggu2 sembarangan aja!", celetuk kakak saya.

Nah... Sekian cerita dari saya. Sebetulnya masih ada buanyak lagi cerita. Tapi kapan2 aja ya di sharenya!! Oke... Please commentnya :D

Thursday, October 11, 2012

Pengalaman Diganggu Mahluk Gaib Part 2

saya Yayan kembali lagi dengan cerita saya yang bagian kedua..

5. Saat umur saya menginjak 17 tahun dan umur ini merupakan saat-saat saya benar-benar merasakan sekali kehadiran mahluk halus dimana waktu itu saat tidur di kamar di kala malam hari (adik saya menginap di rumah saudara), tiba-tiba bulu kuduk saya merinding dan tubuh tiba-tiba bergetar. Di pikiran saya terlintas dibelakang saya seperti ada kehadiran sesosok mahluk (waktu itu saya tidurnya kesamping kanan) dan saya merasakan aura mahluk ini keras sekali sehingga membuat tubuh saya berkeringat hebat sampai-sampai membuat baju basah, tubuh saya terasa kaku dan tentunya saya tidak berani menengok kebelakang. Cukup lama saya tersiksa dalam keadaan ini (sekitar 15 menit). Saat 15 menit berlalu, tiba-tiba tubuh saya sudah bisa digerakkan dan saya memberanikan nengok kebelakang dan ternyata mahluk itu sudah tidak ada lagi. Keesokan harinya, saya merasa rumah ini sangat mencekam yang mengakibatkan efek histeris pada saya (efek ini juga dirasakan adik saya) seperti saya sering melamun, tidak pernah tidur malam, sering berteriak tanpa sebab dan sering pingsan.

6. Sewaktu bapak saya tidur di ruang tamu (waktu itu tengah malam sekitar jam 12), bapak saya merasakan seperti ada yang memeluk sangat erat sekali sampai terasa sangat sesak. Saat bapak saya mengedipkan mata, dia melihat sesosok mahluk leak dengan mata melotot mengeluarkan darah, caling yang panjang dan rambut panjang sekaki berwarna putih sedang memeluk bapaku dengan kuku-kukunya yang panjang. Didalam hati bapaku, dia mengucapkan dewa tri murti (dewa Brahma, Wisnu, Siwa dalam agama hindu beserta mantram tri sandya) dan tiba-tiba mahluk itu mulai melepaskan bapak saya.

7. Dari salah satu efek yang saya rasakan yaitu tidak pernah tidur malam, mengakibatkan saya harus memilih menonton TV sampai pagi atau kalau sudah terasa ngantuk, ya saya tidur (tapi terbilang sangat jarang saya tidur). Pernah disaat saya menonton televisi, saya merasakan pundak saya sangat berat dan paha saya sangat sakit (waktu itu posisi saya lagi duduk di sofa menghadap TV). Saya menjadi heran, kenapa tiba-tiba saya mengalami kondisi seperti ini, apakah saya menderita rematik, pegal-pegal atau semacamnya. Saat itu kebetulan adik saya bangun karena ingin buang air kecil tetapi saat lewat didepan TV (kamar mandi saya dekat dengan ruang tamu) tiba-tiba adik saya (saat ini adik saya sudah berumur 14 tahun) pura-pura tidak melihat saya dan keesokan harinya saya bertanya kepada adik saya "Kemarin malam kok kamu pura-pura gak lihat aku?". Dengan gugup Dedek menjawab "Kemarin malam thu aku lihat kamu sama 2 mahluk besar dimana 1 mahluk yang kecil mirip leak duduk dipundakmu dan yang satu lagi seperti raksasa berbulu putih dan bertaring duduk dipahamu". Saya jadinya berpikir "Pantesan pundak sama paha terasa sakit banget, jadi karena itu toh".

8. Yang terakhir, kejadian saat saya tidur dengan ditemani lilin (waktu itu mati lampu). Saya tidur dari pukul 10 malam dan tiba-tiba udara disekitarku terasa panas sekali lalu seperti ada orang yang sedang menertawakan saya. Saat saya mengedipkan mata, saya melihat kobaran api yang cukup besar diatas kulkas (padahal waktu itu lilin ditaruh diatas piring dan saya taruh piring tersebut diatas kulkas, tapi kok bisa terbakar kulkasnya). Saya pun berteriak memanggil ortu untuk memberitahukan ada kebakaran diatas kulkas tapi anehnya tubuh saya terasa kaku seperti ada yang memegang dan membekap badan saya dan beruntungnya orang tua saya mendengar jeritan saya lalu segera api dapat dipadamkan. Setelah "dipeluasin" sama orang pintar, bahwa ada mahluk iseng yang masuk kekamar saya berwujud wanita berambut panjang sekaki (seperti rangda (istilah Bali)) yang bermain-main dengan api lilin yang waktu itu ditaruh diatas kulkas.

Nah itulah pengalaman saya yang diganggu mahluk gaib, mohon maaf jika tulisannya hancur atau berantakan dan sulit dimengerti ya...

Pengalaman Diganggu Mahluk Gaib Part 1

Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Yayan, saya orang Bali. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman saya tepatnya dimulai 6 Oktober 1996 dimana saya pernah mengalami serangan fisik maupun mental dari mahluk gaib penghuni rumah saya yang dulu. Oke kita langsung saja masuk cerita.

Ketika saya berumur 6 tahun, saya sekeluarga sudah pindah rumah dari kawasan Pe***** ke kawasan U***g tepatnya berada di Denpasar Timur. Pada mulanya saya tidak menaruh curiga ataupun merasa aneh terhadap rumah baru yang akan saya tempati ini (mungkin hal ini dikarenakan saat itu di kala senja dan suasananya sangat sejuk, maklum disekitar rumah baru saya ini banyak tanaman-tanaman rindang).

Di saat minggu pertama, kedua dan ketiga keadaan berjalan normal di rumah baru saya ini, akan tetapi saat mau menginjak minggu keempat, keadaan sudah terasa asing. Dimana asing disini berarti seolah-olah saya seperti tidak mengenal rumah saya lagi. Keadaaan nyaman, sejuk seolah-olah hilang entah kemana dan keadaan tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Hal ini terbukti dari berbagai peristiwa seperti berikut ini :

1. Saya mempunyai seorang adik laki-laki, sebut saja namanya Dedek yang berumur 3 tahun. Sebelumnya Dedek dikenal anak yang pemberani (dalam hal ini artinya tidak takut kemana-mana dan tidak takut sama gelap), tetapi setelah pindah ke rumah baru ini, entah kenapa Dedek tiba-tiba menjadi penakut, sering menyendiri dan berteriak histeris. Dia bilang kepada ortu dan saya bahwa dia sering melihat sesosok kakek-kakek di gerbang depan yang berambut putih panjang, berbaju putih dan bercaling dengan mata melotot tetapi ortu saya tidak percaya dan menganggap itu hanya imajinasi anak-anak saja.

2. Berlanjut dari peristiwa diatas. Dari anggapan ortu saya tentang imajinasi anak terutama si Dedek yang melihat sesosok kakek-kakek yang menyeramkan, semakin hari Dedek semakin takut. Tapi kali ini takutnya menurut saya sangat parah karena kemana-mana Dedek tidak bisa lepas dari ibu saya, minta ditemanin kemana-mana. Dia bilang sosok kakek-kakek bercaling itu terus mengikutinya kemanapun dia pergi.

3. Sering terdengar suara hentakan kaki, tembok yang dipukul-pukul, suara-suara aneh didalam rumah dan itupun tidak mengenal waktu siang atau malam. Menurut saya yang paling spoky saat malam hari sekitar diatas jam 12 selalu terdengar suara yang berat seperti ini "heeehh..heeehhh..heeehhh", dan itu selalu terdengar di kamar saya. Anehnya dikamar ortu saya tidak terdengar suara itu (kamar tidur di rumah saya yang baru ini hanya ada dua kamar).

4. Dulu pernah saya dan adik saya dalam istilah Balinya "dipeluasin" (artinya diterawang) oleh ortu di balian (orang pintar), katanya saya dan adik saya mempunyai six sense tetapi adik saya yang lebih peka dan berhubungan dengan masalah six sense ini. Saat umur saya 10 tahun dimana waktu itu saya lagi tidur siang, saat bangun saya melihat asap yang sangat transparan berwujud sesosok mahluk yang tinggi. Tapi setelah saya coba lihat dengan teliti, ternyata asap tersebut semakin lama semakin menghilang. Setelah melihat itu, saya pun menjadi sangat merinding.

Berlanjut...

Monday, October 8, 2012

Rubi Cha Satpam Wanita Tangguh

Hai bertemu lagi dengan gw Agung - Jakarta Timur. Cerita yang kali ini gw kirimkan bukan dari tempat gw tinggal, melainkan dari kisah nyata teman gw nan jauh disana yang bernama Rubi Cha (nama disamarkan), mari kita simak ...

Namanya Rubi, ia baru 3 bulan kerja sebagai satpam wanita di sebuah ruko tempat perbelanjaan berlantai 3. Sebagai wanita dia rela bekerja demi menyambung hidup asalkan "halal". 

Malam pertama ketika Rubi bekerja, tepat malam Selasa kliwon pukul 02:33, Rubi mengelilingi ruko itu. Semula, Rubi mengetahui cerita dari teman-temannya bahwa ada bunyi yang aneh dan beberapa lampu sering hidup sendiri, padahal panel pusat telah dipadamkan, Rubi tak menggubris hal tersebut. Menurutnya, itu hal yang wajar dan lumrah dalam kehidupan alam ghaib. Rubi termasuk orang yang tekun beribadah, jadi ia hanya bisa berserah kepada ALLAH SWT.

Setelah beberapa saat ia mengelilingi ruko, ia melihat seorang lelaki berjalan kearahnya. Lelaki itu memakai baju seperti orang China, kaos putih dan celana hawai coklat. Kontan Rubi mengucapkan salam karena ia pikir lelaki itu seorang manusia, tetapi lelaki itu hanya terdiam sambil berlari menjauh. Rubi kaget, lalu mengejarnya, karena ia pikir orang itu ingin berniat jahat. Namun apa yang terjadi, lelaki tersebut hilang dalam sekejap. Rubi mencari ke setiap sudut, mungkin orang itu bersembunyi, dan ternyata lelaki itu telah menghilang entah kemana.

2 hari kemudian, tepat malam Jum`at, Rubi kembali bertugas malam. Menunggu giliran berkeliling membuat Rubi mengantuk dan tertidur. Tiba-tiba ia merasakan hangat di bagian wajahnya. Ketika membuka mata, ia sangat terkejut, terlihat seorang wanita berambut panjang, wajahnya terkelupas seperti habis terbakar dan taring giginya yang panjang nan runcing ke depan yang nampak jelas seolah mau mengigitnya. Spontan Rubi mengucapkan astagfirullah, sambil mendorong wajah wanita yang menyeramkan itu, dan lenyap seketika.

Lalu dimalam berikutnya, ia kembali bertemu dengan sosok lelaki yang mengenakan baju seperti orang Cina yang ia temui malam sebelumnya. Rubi pun mendekat perlahan ke arah lelaki tersebut. Namun Rubi baru tersadar ketika ia melihat kaki lelaki itu tidak menapaki lantai ruko. Rubi akhirnya mengerti bahwa lelaki itu ternyata memang bukan manusia.

Tak lama kemudian, makhluk itu hanya diam memandang kearahnya. Spontan Rubi mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, sosok itu mendekat dan berjabat. "Dingin" itu yang dirasakan Rubi ketika berjabat tangan. Lalu sosok itu mendeham arrrggg... Rubi memandangi wajah lelaki itu, nampak jelas wajahnya, putih pucat pasi. Rubi pun membaca ayat kursi dalam hati, namun tiba-tiba kuku lelaki itu memanjang. Rubi terhentak, lalu ia membaca ayat kursi kembali dengan genggaman kuat. Tiba-tiba, "wusshh" lelaki itu menghilang dari pandangan matanya.

Rubi pun akhirnya terbiasa, namun hal itu sungguh menguras tenaganya karena hanya Rubi yang dapat melihat setiap penampakkan. Rekan sekerjanya yang lain tidak pernah melihat mahluk gaib di ruko ia bekerja, hanya sering mendengar suara aneh atau drum sampah yang menggelinding sendiri. Akhirnya Rubi disarankan oleh teman yang mempunyai indra ke 6, bahwa bila melihat sosok yang tidak jelas seperti itu jangan diladeni, cuekin saja pura-pura tidak tahu.

Dan ternyata ruko yang baru dibangun itu dahulunya memang tempat bekas pertahanan benteng zaman perang, dan kebanyakan yang berjaga di benteng itu adalah orang China. Ditambah lagi setiap toko yang berjualan, ada yang menaruh barang-barang pengasih untuk melariskan tokonya, jadi unsur energi negatif bercampur, sehingga penampakkan mahluk gaib sangat jelas sekali, padahal mereka jarang menampakkan diri dengan rupa yang mirip manusia, apalagi sampai bisa menyentuh tubuh manusia yang beda dengan tubuh mereka.

Wawlaahu` alaam. Ini ceritaku yang ke lima, terima kasih sudah mau membacanya, silahkan berkomentar ... 

Saturday, September 15, 2012

Rubi Cha Satpam Wanita Tangguh



Hai bertemu lagi dengan gw Agung - Jakarta Timur. Cerita yang kali ini gw kirimkan bukan dari tempat gw tinggal, melainkan dari kisah nyata teman gw nan jauh disana yang bernama Rubi Cha (nama disamarkan), mari kita simak ...

Namanya Rubi, ia baru 3 bulan kerja sebagai satpam wanita di sebuah ruko tempat perbelanjaan berlantai 3. Sebagai wanita dia rela bekerja demi menyambung hidup asalkan "halal". 

Malam pertama ketika Rubi bekerja, tepat malam Selasa kliwon pukul 02:33, Rubi mengelilingi ruko itu. Semula, Rubi mengetahui cerita dari teman-temannya bahwa ada bunyi yang aneh dan beberapa lampu sering hidup sendiri, padahal panel pusat telah dipadamkan, Rubi tak menggubris hal tersebut. Menurutnya, itu hal yang wajar dan lumrah dalam kehidupan alam ghaib. Rubi termasuk orang yang tekun beribadah, jadi ia hanya bisa berserah kepada ALLAH SWT.

Setelah beberapa saat ia mengelilingi ruko, ia melihat seorang lelaki berjalan kearahnya. Lelaki itu memakai baju seperti orang China, kaos putih dan celana hawai coklat. Kontan Rubi mengucapkan salam karena ia pikir lelaki itu seorang manusia, tetapi lelaki itu hanya terdiam sambil berlari menjauh. Rubi kaget, lalu mengejarnya, karena ia pikir orang itu ingin berniat jahat. Namun apa yang terjadi, lelaki tersebut hilang dalam sekejap. Rubi mencari ke setiap sudut, mungkin orang itu bersembunyi, dan ternyata lelaki itu telah menghilang entah kemana.

2 hari kemudian, tepat malam Jum`at, Rubi kembali bertugas malam. Menunggu giliran berkeliling membuat Rubi mengantuk dan tertidur. Tiba-tiba ia merasakan hangat di bagian wajahnya. Ketika membuka mata, ia sangat terkejut, terlihat seorang wanita berambut panjang, wajahnya terkelupas seperti habis terbakar dan taring giginya yang panjang nan runcing ke depan yang nampak jelas seolah mau mengigitnya. Spontan Rubi mengucapkan astagfirullah, sambil mendorong wajah wanita yang menyeramkan itu, dan lenyap seketika.

Lalu dimalam berikutnya, ia kembali bertemu dengan sosok lelaki yang mengenakan baju seperti orang Cina yang ia temui malam sebelumnya. Rubi pun mendekat perlahan ke arah lelaki tersebut. Namun Rubi baru tersadar ketika ia melihat kaki lelaki itu tidak menapaki lantai ruko. Rubi akhirnya mengerti bahwa lelaki itu ternyata memang bukan manusia.

Tak lama kemudian, makhluk itu hanya diam memandang kearahnya. Spontan Rubi mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, sosok itu mendekat dan berjabat. "Dingin" itu yang dirasakan Rubi ketika berjabat tangan. Lalu sosok itu mendeham arrrggg... Rubi memandangi wajah lelaki itu, nampak jelas wajahnya, putih pucat pasi. Rubi pun membaca ayat kursi dalam hati, namun tiba-tiba kuku lelaki itu memanjang. Rubi terhentak, lalu ia membaca ayat kursi kembali dengan genggaman kuat. Tiba-tiba, "wusshh" lelaki itu menghilang dari pandangan matanya.

Rubi pun akhirnya terbiasa, namun hal itu sungguh menguras tenaganya karena hanya Rubi yang dapat melihat setiap penampakkan. Rekan sekerjanya yang lain tidak pernah melihat mahluk gaib di ruko ia bekerja, hanya sering mendengar suara aneh atau drum sampah yang menggelinding sendiri. Akhirnya Rubi disarankan oleh teman yang mempunyai indra ke 6, bahwa bila melihat sosok yang tidak jelas seperti itu jangan diladeni, cuekin saja pura-pura tidak tahu.

Dan ternyata ruko yang baru dibangun itu dahulunya memang tempat bekas pertahanan benteng zaman perang, dan kebanyakan yang berjaga di benteng itu adalah orang China. Ditambah lagi setiap toko yang berjualan, ada yang menaruh barang-barang pengasih untuk melariskan tokonya, jadi unsur energi negatif bercampur, sehingga penampakkan mahluk gaib sangat jelas sekali, padahal mereka jarang menampakkan diri dengan rupa yang mirip manusia, apalagi sampai bisa menyentuh tubuh manusia yang beda dengan tubuh mereka.

Wawlaahu` alaam. Ini ceritaku yang ke lima, terima kasih sudah mau membacanya, silahkan berkomentar ... 

Saturday, July 21, 2012

Menarik Kepala Makhluk Halus

Helo sobat Cerita Misteri, saya pendatang baru ni, panggil saja saya Ipoel. Langsung aja ke cerita ya...

Ini adalah kejadian saat saya di desa. Waktu kecil sering banget saya keluar malem sama teman-teman di desa, biasa anak kecil maen petak umpet. Saya waktu itu jadi yang jaga.

Nah saya cari dah itu teman-teman saya, tinggal 1 orang aja yang belum ketemu, sebut aja namanya Kirun. Nah, saya lihat tuh si Kirun lari sambil ketawa ke arah kandang kambing (Kayaknya sih yang lari Kirun), spontan saya kejar tuh si Kirun ke kandang kambing.

Saya jalan pelan ke arah kandang kambing supaya si Kirun nggak tau. Ada sesosok anak, saya kira tuh Kirun yang ngintip-ngintip di pintu kandang kambing (niat nya mau saya kagetin). Saya tarik tuh kepalanya si Kirun (tapi pelan). Ternyata yang saya tarik tuh kepalanya Si halus (tau kan maksudnya). Pas saya pegang tuh kepala, pundak saya ada yang megang sambil ngomong "Kepala ku jangan dijatuhin". Sepontan saya kaget, terus saya lempar aja tuh kepala...

Malem berikut nya saya liat TV sama bokap saya, dulu sih waktu rame-rame nya smackdown. Tepat jam 1 malem ada yang ngetok-ngetok pintu rumah sambil bilang "Kembalikan kepalaku (pake bahasa Jawa). Bokap saya langsung bukain pintu (gk tau dah bokap sama si halus mbicarin apa), terus bokap saya nyamperin saya dan tanya, "Kemarin kepalanya kamu lempar kemana?"...

Namanya anak kecil kalau ditanya serius kan gk berani jawab. Saya nangis sambil ngomong "Di kandang kambing". Terus bokap pergi ke kandang kambing sambil bawa senter (maksud nya mau nyari tuh Kepala). Alhamdulilah nya sih ketemu, dan sampe sekarang umur saya 19 tahun kalau ke desa saya gk boleh maen malem.

Dan sedikit tambahan ni... Ternyata sebelum nyari kepala si halus bokap saya ngajak tuh si halus buat kesepakatan: KALAU KEPALA KAMU KETEMU, KASIH TAU NOMER YANG KELUAR BESOK :D

Sekian cerita saya, semoga aja pada terhibur (walau tulisannya gk karuan gitu).

Bertemu Kuntilanak Dibawah Pohon Pisang

Terpaku ketika melihat kuntilanak dibawah pohon pisang, berpakaian putih lusuh, kaki yang tak menapak ke tanah, rambut yang panjang tak terurus menutupi sebagian mukanya, sedikit muka terlihat seperti habis terbakar, kulit terkelupas gosong, matanya menatap tajam kearah Jejen yang sedang memotong daun pisang.

Komeng : Astagfirullahallazim, (dalam hati terucap, terkejut melihat kuntilanak dibawah pohon pisang, gelisah, mondar-mandir).

Beng-beng : Lenapa loe Meng? (melihat komeng mondar-mandir, ditanya pun hanya diam saja).

Jejen : ... (terus memotong daun pisang).

Beng-beng dan Jejen tak sadar dengan keberadan kuntilanak yang ada dibawah pohon pisang dipinggir kali, hanya Komeng yang melihat walau pun tak bertatapan. Kuntilanak itu sudah membuat komeng gelisah tak menentu dan hati berdebar-debar tak karuan.

Ini adalah kejadian ketika sedang mengambil daun pisang dipinggir kali untuk acara NGE-LIWET (nongkrong sambil makan-makan bersama) Sabtu malam jam 10 malam, diperankan oleh Komeng, Beng-beng dan Jejen. Ini ceritaku yang ke empat, kejadian masih disekitar tempatku tinggal.

Saturday, July 7, 2012

Laki-Laki Yang Dibunuh di Jalan Tol

Hai, saya Kasma mau berbagi cerita tentang pengalaman om saya. Begini ceritanya:

Sekitar tahun 2009, di daerah sekitar tempat tinggal saya, ada seorang gadis yang menikah muda karena hamil di luar nikah. Namun setelah dia punya anak, waktu itu suaminya sedang pergi bekerja sampai larut malam. Pas pulang, dia mendapati istrinya sedang berselingkuh dengan laki-laki lain. 

Akhirnya dia memukul laki-laki selingkuhan istrinya itu. Namun, laki-laki itu berhasil kabur, tetapi dia tetap mengejar laki-laki itu. Karena daerah tempat tinggal ku ini dekat dengan jalan tol akhirnya mereka berlari ke arah tol, dan akhirnya laki-laki selingkuhannya itu meninggal disitu.

Beberapa hari setelah kejadian itu, sekitar jam 12 malam om saya tidak bisa tidur di kamarnya dan akhirnya keluar dari kamar dan duduk-duduk di teras atas rumah. Beberapa menit duduk, dia melihat ada laki-laki berjalan dari arah tol melewati rumahnya. Namun semakin dekat dia semakin jelas melihat wajah orang itu yang penuh dengan darah dan di perutnya ada sebuah pisau yang menancap.

Dia tetap memperhatikan orang itu hingga melewati depan rumahnya dan berjalan ke arah samping. Pas di samping rumah, laki-laki itu berjalan mundur dan berhenti tepat di bawah om saya. Dia memandang penuh amarah dengan tatapan yang mengerikan. Setelah itu om saya langsung masuk rumah dan tidur kembali ke kamarnya.

Sekian cerita saya, maaf kalau tidak menyeramkan. Saya hanya berbagi pengalaman saja :D


kasma adhitya -

Siapa Dya?

Ini cerita nyata kakak gw. Waktu itu sekitar tahun 2000, kakak gw kelas 1 SMP, dan bagi murid baru diwajibkan mengikuti ekstrakulikuler (eskul) apa saja yang diinginkan. Kakak gw mengikuti eskul Paskibra. Seperti biasa penerimaan murid baru pada suatu eskul akan dilakukan masa orientasi oleh senior-seniornya dan wajib dihadiri oleh calon-calon murid baru yang masuk eskul untuk ajang perkenalan dan pengarahan tentang eskul tersebut.

Singkat aja ya, acara berjalan sesuai jadwal. Kejadian itu pun dimulai... Ketika waktu istirahat malam alias tidur malam, berhubung kegiatannya di sekolah, jadi seluruh kegiatan diselenggarakan di sekolah dan menginap di kelas-kelas yang sudah disiapkan oleh panitia. Semua murid tidur di atas meja yang disusun berdempetan tanpa kasur. Entah itu jam berapa, yang pasti sudah larut malam dan semua murid telah tertidur, kakak gw terbangun karena dia denger ada yang nangis di sudut meja depan tempat tidurnya (tempat tidurnya dipisah dua sehingga berhadap-hadapan).

Karena merasa terganggu dan kasian, kakak gw pun mengajak ngobrol anak tersebut. Dia berkata "Hey, jangan nangis donk", padahal dalam hatinya berkata "Parah ni anak, baru juga semalam ga tinggal di rumah udah heboh gitu nangis nya". Tangisannya itu terisak2 seperti orang yang telah terlalu lama menangis.

Kebetulan tiba-tiba ada seperti sinar cahaya lampu sorot, mungkin kayak sejenis lampu bis atau truk yang lewat dan membuat "sesosok itu" terlihat jelas. Sesosok itu duduk dengan membungkuk dengan kedua tangannya mendekap kedua kakinya, menutupi mukanya di kedua lututnya dengan rambut hitam panjangnya yang terurai. Masih dengan ketololan kakak gw, dia perhatiin itu "orang", kemudian disapa kembali walaupun tak dijawab "Eh udah donk, udah malem jangan nangis lagi. Udah tidur aja". Kemudian kakak gw tidur kembali karena sudah sangat mengantuk.

Setelah pagi, kakak gw pun penasaran dengan wanita semalam yang menangis, lalu ditanyanya dengan teman-teman satu regunya, siapa yang tidur paling pinggir diseberang dia, kemudian ditanyanya semalam ada yang bangun apa gak, dan tidak ada yang terbangun karena sangat kelelahan. Dan ternyata baru disadarinya bahwa semua anak cewek yang ikut paskib berambut pendek sekerah baju karena diwajibkan, dan yang semalam itu berambut panjang. Dan satu lagi yang baru terfikirkannya, darimana datangnya cahaya lampu itu, padahal mereka tidur di ruang kelas lantai dua dengan jendela yang tidak menghadap jalan melainkan menghadap ke lapangan dan bangunan sekolah tetangga.

Wallahualam siapa cewek itu...

Maaf pertama kali nih, jadi ga bisa nulis :D hehehe..

Thursday, July 5, 2012

Sumur Peninggalan Zaman Belanda

Assalamualaikum,
perkenalkan saya Ani di Surabaya, mau share cerita pribadi ku. Langsung aja ya

Jadi begini, tempat tinggal ku berada di perkampungan. Nah, di depan rumah memang ada sumur untuk umum, kata tetanggaku memang sumur itu gak ada yang buat, muncul mata air bersih banget dan pada akhirnya di buat sumur hingga sekarang. Walau musim kemarau pun sumur itu tetap banyak airnya.

Singkat cerita saja, waktu itu seperti biasa aku melakukan aktivitas ku di sumur itu untuk cuci baju. Tetapi berbeda dengan hari sebelumnya, gk seperti biasa aku memandangi keadaan didalam sumur itu. Rasanya penasaran karena kata orang ada penunggunya. Tapi setelah aku amati dari luar ternyata di dalam gak seberapa menakutkan.

Singkat cerita aja, waktu itu setelah aku tertidur tiba-tiba dalam mimpi aku melihat dalam sumur itu dan masya Allah ada istana megah disana. Semuanya serba hijau, bagus banget dipandang mata. Semakin lama aku makin terlarut dalam mimpi itu (istilah jawanya semacam tindihen gitu), dan syukurlah akhirnya ibu membangunkan aku.

Dan keesokan harinya waktu ayah ku pulang larut malam, ayahku melihat ada sosok perempuan yang sedang di dalam sumur dan ternyata tiba-tiba hilang (untung bukan aku yang lihat). Sampai saat ini, sumur itu sangat bermanfaat bagi warga di sekitarnya.

Sekian share pengalaman pribadi dari aku, maaf jika gak seberapa menarik. Untuk pesen aja buat teman-teman, kalau mau tidur agar berdoa dulu, :D . Terima kasih


Anie -

Hantu Paraji

HANTU PARAJI

Aku mempunyai saudara sebut saja Iwan, dia orangnya nggak percaya sama Hantu ataupun semacamnya. sebenarnya disini bukan ceritaku tapi cerita saudaraku itu (IWAN). Saat liburan Iwan berencana untuk pulang ke kampung halamannya di daerah Jawa Tengah (lupa kotanya) untuk menemui neneknya. Rumah neneknya tersebut sangat jauh dan dekat dengan hutan, gunung besar, dan dikelilingi pohon pohon besar nan seram.

Saat itu bibi Iwan mau melahirkan, disinilah terjadi keanehan tersebut. Bapak Iwan mau mencarikan paraji untuk Istrinya yang hendak melahirkan tersebut. Iwan pun memaksa untuk ikut, katanya ingin melihat-lihat sekeliling hutan dan gunung. Bapak Iwan pun bilang

Bapak Iwan : Memangnya kamu berani? rumah paraji itu jauh dan menelusuri hutan dan gunung!
Iwan : alaaahhh ngapain takut!

Begitu katanya. Akhirnya Iwan pun ikut bapaknya mencarikan paraji. Bapak Iwan berpesan "Kita harus membawa obor, gak boleh bawa senter, kamu jangan lihat kemana-mana, ikutin aja bapak. Kalau kamu lihat ada paraji jangan disamperin sampe ke tempat tujuan! Ngerti?" Begitu pesannya. Iwan pun tak begitu menghiraukan kata-kata bapaknya.

Sesampainya mereka menelusuri hutan, Iwan melihat sekeliling. Disana ada sebuah pondok dan ada seorang nenek berpakaian seperti paraji sambil mengajak mereka ke pondoknya tersebut, namun bapak Iwan tetap saja berjalan menelusuri hutan yang gelap.

Iwan : Pak itu ada paraji. Ngapain jauh-jauh?
Bapak Iwan : Ssuuuttt cicing! Kata bapak diem ya diem!

Dan di setengah perjalanan Iwanpun bertemu kembali dengan seorang paraji lagi namun lain wajah. Ia pun sama mengajak Iwan dan bapaknya ke pondok tersebut. Iwan pun bicara "Bapak itu parajinya gak usah jauh-jauh lah pak. Itu yang ada aja!". Bapak Iwan tak berkata sepatah katapun lalu mencubit Iwan dengan keras. Iwan pun terdiam. Akhirnya bapaknya berhenti di sebuah pondok dan keluar seorang paraji yang baik dengan senyuman menghiasi wajahnya. Iwan masih bingung untuk apa jauh-jauh mencari paraji.

Sesampainya di rumah Bapak Iwan berkata "Kamu jangan kaya gitu, kalau bapak suruh diem ya diem! Kamu tau mereka tuh dedemit yang nyamar jadi paraji agar bisa ngambil bayi dari bibi kamu!". Iwan pun terkaget dan terkejut sambil mengatakan Astaghfirullah haladzimm :)

Selesai sudah cerita ini. Maaf kalau jelek dan kurang bagus dalam kata-kata maupun ceritanya. Ditunggu komentarnya :) Wassalaammu`alaikum

Sunday, June 24, 2012

Hantu Perempuan Jahat

Seperti biasa aku lagi nonton TV di rumah teman (sebut aja Erica). Jadi saat itu aku hendak ke kamar mandi. Nah teman ku ini lagi makan, aku pun masuk ke kamar mandi. Tiba-tiba aku terkunci di kamar mandi. Aku meminta tolong tetapi... Erica tidak mendengarnya. Aku berteriak-teriak "Tolong!!! Tolong!!! Gue kekunci di kamar mandi". Erica tetap tidak mendengarnya.

Tiba-tiba aku mendengar perempuan berbicara dengan suara sangat kejam. Dia berkata seperti ini: "Kamu tidak boleh hidup". Dia mengatakan itu sudah 3 kali dan berhentilah suara itu. Ku kira ini sudah berakhir tetapi aku merasa seperti ada sesuatu yang ingin membuat aku menghadap belakang.

Akhirnya aku menghadap belakang dan aku melihat sosok perempuan dan banyak bercak-bercak darah di bajunya yang bewarna putih. Akhirnya aku berteriak dan pintu pun terbuka. Aku cerita ke temanku dan ini percakapannya:

Aku: Lo ga denger gue teriak minta tolong?
Erica: Sumpah gue ga denger apa-apaan
Aku: Tadi gue ngeliat cewek serem banget
Erica: Yaudah lo tenang aja...
Aku: Gue takut pulang ke rumah. Gue nginep di rumah lo yaa?
Erica: Yaudah terserah lo. Lo pake baju tidur gue aja
Aku: OK thanks yaa...

Saat aku tidur aku bermimpi bila perempuan itu di bunuh oleh segerombolan maling, dan di buang ke kamar mandi rumah Erica. Aku agak bingung saat di buang perempuan itu langsung lenyap. Dan akhirnya perempuan itu ada lagi dan menangis di depan ku. Aku bertanya, ini percakapannya:

Aku: Kamu kenapa bisa di bunuh?
Perempuan: Maling itu ingin mengambil emas ku tetapi aku ada dan aku berontak
Aku: Kamu bisa meninggal diapain?
Perempuan: Karena perutku di tusuk
Aku: Dan kenapa kamu mengancam ku dan mengunci ku di kamar mandi?
Perempuan: Karena aku ingin semua nasib nya seperti ku
Aku: Jangan seperti itu nanti kamu rugi sendiri. Jangan lah mengganggu manusia lagi, alam mu alam mu alam ku alam ku
Perempuan: Maaf kan aku karena mengganggu manusia...
Aku: Iya

Aku bangun dengan perasaan lega dan kagum karena baru sekali pengalamanku bercakap-cakap dengan mahluk halus. Dan setelah itu aku bercerita kepada Erica dan sampai sekarang aku masih suka bermimpi perempuan itu tersenyum manis denganku dan perempuan itu tidak jahat lagi.

Makasih udah membaca... Maaf kalau ga serem dan ada kata-kata yang tidak di mengerti dan mohon komentar nya yang mendukung :D

Perempuan Misterius di Pinggir Jalan

Halo aku Erina Wanda, sebut aja Rina. Langsung ke cerita ya...

Jadi gini, aku jalan-jalan sama teman-temanku. Nah aku termasuk ciri-ciri orang yang penakut, aku sering di takutin sama hantu. Pas itu kita jalan-jalan mau nonton bioskop, aku merasa takut karena hari sudah malam dan cuaca mendung. Di mobil, aku duduk di kursi paling belakang sama teman-teman ku dan kursi tengah juga di isi dengan teman-teman ku. Di kursi belakang ada Vira, Rika, dan Tisa. Kita berdempetan karena ketakutan.

Saat jalan macet dan keadaan gerimis, aku melihat perempuan sedang sangat panik. Aku bilang ke teman-teman ku (ini percakapannya):
Aku: Eh cewek itu kaya orang gila yaa
Rika: Au tuh mundar-mandir dari tadi
Tisa: Setan kali
Aku: Ngaur banget sih kalau ngomong
Vira: Iya ih gue takut
Gue dan Erica: Lo mulai terpengaruh dahh sama setannya
Vira: Hehehehe

Pas kita liatin, alangkah kagetnya aku dan teman-temanku melihat perempuan itu melihat ke arah mobil sambil melotot. Tapi sebenarnya ga melotot karena... matanya bolong. Kita semua teriak sampai yang nyetir pusing dan hampir nabrak pohon, untung ga kecelakaan.

Usut punya usut... ternyata banyak yang kecelakaan karena perempuan itu. Konon, perempuan itu di tabrak lari dan sekarang dia mencari orang yang menabrak larinya tapi malah membuat orang yang baik kecelakaan.

Terima kasih telah membaca, dan mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang baik. Mohon komentar nya yang mendukung.

Friday, June 15, 2012

Jiwa-Jiwa Setan

Hai semua, nama gw William. Gw mau cerita tentang pengalaman gw ngeliat spirit atau apa gitu namanya (maklum kurang ngerti hal mistis). Langsung aja deh ke Tempat Kejadian Perkara...

Setahun yang lalu pas gw masih kelas 6, gw punya kebiasaan suka main komputer malem-malem (sekarang juga masih :D). Saat gw main komputer kadang suka ada suara aneh tapi gw cuekin aja. Tetapi pada suatu malam pas gw main komputer, seperti biasa gw ngerasa merinding dah gitu denger bunyi-bunyi aneh. Kejadian mistisnya terjadi pada saat gw mau ngambil minum.

Pas lagi jalan ngambil minum tiba-tiba banyak butiran putih-putih (kata teman gw sih itu jiwa/spirit setan). Abis itu gw berdoa karena jujur gw baru pertama kali liat fenomena mistis yang kayak gini. Biasanya gw ngeliat penampakan mistis apapun biasa aja, tapi kali ini karena baru ngalamin jadi agak takut. Setelah 1 menitan tuh spirit/jiwa setan hilang begitu saja.

Esoknya gw cek ke dokter mata karena gw kira gw ada penyakit mata atau apa gitu. Tapi kata dokter sih mata gw ngak apa-apa, padahal gw yakin 100% kalau peristiwa kemarin malem betul-betul terjadi.

Sudah dulu yah :D Maaf kalau ada kalimat yang ancur/tidak dapat dimengerti, maklum baru pertama kali ngetik cerita serem. Terima kasih dah mau baca :D